FOTO. Inilah PLTS milik PLN yang berlokasi di kawasan -Gili Tramena di KLU |
MATARAM, BL - PLN terus berupaya menjaga keandalan listrik dan menghadirkan energi bersih, utamanya di kawasan wisata Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air atau yang dikenal dengan istilah Gili Tramena.
Terlebih, Gili Tramena, merupakan salah satu kawasan wisata yang menjadi destinasi prioritas utama di NTB. Karenanya, pemeliharaan rutin di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ada di Gili Tramena, terus dilakukan.
Manager Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro/Surya (PLTMH/S)Tanjung, Endang Faisol, mengatakan, pentingnya pemeliharaan PLTS ini untuk menjaga suplai listrik ke pelanggan.
Terlebih, Gili Tramena saat ini telah mulai banyak didatangi oleh wisatawan, baik domestik maupun internasional.
"PLTS ini sebagai salah satu penopang listrik bagi masyarakat di Gili Tramena. Pemeliharaan harus rutin dilakukan untuk mengetahui secara dini komponen-komponen yang seharusnya dilakukan perbaikan atau penggantian," ujar Endang pada wartawan, Jumat (5/8).
Endang menjelaskan, pemeliharaan kali ini dilakukan terhadap komponen-komponen utama dan alat bantu pada PLTS, seperti pengukuran tegangan dan arus pada combiner box, pembersihan permukaan dan pemeriksaan kondisi Photovoltaic Module (PV) modul, serta pemeliharaan korektif pada PV modul dan inverter.
"Diharapkan, dengan pemeliharaan ini performance dari PLTS dapat tetap stabil dan terjaga daya mampu pasoknya," ucap dia.
Terkait lokasi PLTS di Gili Tramena sendiri tersebar di kawasan tiga gili. Menurut Endang, total kapasitasnya sebesar 820 kWP, yakni di Gili Trawangan berkapasitas 600kWp, Gili Air berkapasitas 160 kWp, dan Gili Meno dengan kapasitas PLTS 60 kWp, ketiga PLTS yang dibangun pada tahun 2012 tersebut memasok listrik untuk Gili Tramena.
Di mana, lanjut dia, menggunakan teknologi Green Energy Grid Connected PV System (PLTS Grid Connected) yang menggunakan PV Modul, PLTS ini tentunya menjadi salah satu bentuk komitmen PLN untuk meningkatkan bauran Energi baru Terbarukan (EBT) di NTB.
“Bauran EBT saat ini adalah 7,1%, dan masih didominasi oleh PLTS. Dengan potensi sumber daya alam yang cukup banyak, di antaranya air, panas bumi, bayu dan arus laut, pastinya PLN dengan dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat NTB akan mampu mencapai target bauran EBT sebesar 23% di tahun 2025," jelas Endang.
Selain PLTS, suplai listrik ke Gili Tramena juga dipasok dari kabel laut yang membentang dari Pulau Lombok sepanjang 2 x 18,8 kilometer sirkuit.
"Kabel laut yang berfungsi untuk mengalirkan listrik antar pulau ini dibangun pertama kali pada tahun 2012, sedangkan untuk tahap kedua dibangun tahun 2018," tandas Endang Faisol. (R/L..).